TKSK SAMBONG - THE-WEEK-14-MARET-2020 - 20 Perusahaan Medik Berlomba Membuat Vaksin Virus Corona

Masih dari Majalah The Week Inggris, kali ini edisi tanggal 14 Maret 2020. Mengapa kok selalu The Week, ya buat meminimalisir hoax saja. Dikabarkan bahwa,  akhir bulan lalu, Moderna, sebuah perusahaan biotek yang berbasis di dekat Boston, "memecahkan rekor untuk waktu tercepat antara mengidentifikasi virus dan membuat vaksin yang siap untuk diuji pada manusia", kata FT - menciptakan inokulasi eksperimental untuk virus Covid-19. hanya dalam 42 hari. Berita baiknya adalah bahwa lebih dari 20 perusahaan dan institusi berlomba untuk membuat vaksin. Berita buruknya adalah "setidaknya satu tahun ini belum tersedia untuk digunakan secara luas".

Beberapa perusahaan memiliki sumber daya untuk membuat vaksin, kata Carolyn Kormann di Majalah The New Yorker. Dan masih sedikit yang bersedia melakukannya. Prosesnya lambat dan kompleks, dan pada akhirnya mungkin tidak ada pasar, karena epidemi telah mereda. Baru-baru ini, ada upaya bersama untuk mengatasi kegagalan pasar ini: Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi (didanai oleh yayasan pemberi hibah) telah menginvestasikan $ 19 juta dalam vaksin Covid-19. Meski begitu, ada banyak kendala, kata Megan Molteni di Majalah Wired.

Vaksin virus bekerja dengan memaparkan sistem kekebalan pada dosis kecil patogen, sehingga tubuh belajar untuk mempertahankan diri terhadap serangan virus corona. "Triknya adalah melakukan ini tanpa membuat orang itu sakit parah." Di masa lalu, virus diisolasi dan tumbuh di laboratorium, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun; hari ini, pengurutan genetik membuat pembuatan vaksin jauh lebih cepat. "Hambatan nyata", meskipun, dilengkapi dengan uji klinis. Uji coba pertama, dengan sejumlah kecil sukarelawan, memastikan vaksin itu aman; ini membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Jika berhasil, beberapa ratus orang akan disuntik vaksin, di daerah yang mengalami wabah, untuk melihat apakah itu berhasil, lebih dari enam hingga delapan bulan. Fase tiga berarti mengulangi proses itu. Secara realistis, bahkan memproduksi vaksin pada pertengahan 2021 akan menjadi "upaya Hercules" atau kita sebut "upaya Bandung Bondowoso" besar-besaran.

Kemungkinan kami memiliki perawatan yang efektif sebelum kami memiliki vaksin, kata Hannah Devlin di Majalah The Guardian. Perusahaan bioteknologi AS Gilead Sciences sudah menjalankan uji klinis dengan remdesivir, anti-virus yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola. Ini sudah efektif terhadap dua coronavirus serupa, Sars dan Mers - dan dipandang sebagai "salah satu dari sedikit obat yang memiliki prospek yang masuk akal dalam membantu pasien dalam jangka pendek".

Upaya Pencegahan Virus Corona Skala Lokal

Pemerintah Daerah Kabupaten Blora saat ini telah melakukan upaya Social Distancing. Seperti dikutip oleh CNNIndonesia dari laman resmi Center for Disease Control dan Prevention (CDC) AS, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia. Jarak yang dianjurkan oleh pemerintah AS adalah sekitar dua meter. Social distancing dianggap bisa mengurangi risiko penyebaran COVID-19 karena virus menular dari manusia ke manusia melalui droplet (partikel air liur) ketika penderita bersin atau batuk.

Social distancing dapat dilakukan oleh setiap individu maupun dikoordinir langsung oleh pemerintah dari tingkat Kabupaten Blora, tingkat Kecamatan Sambong sampai dengan tingkat Desa. Bentuk social distancing oleh individu adalah tidak mendatangi tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, food court, event besar yang dihadiri banyak orang, ruang publik, tempat pariwisata, dan lainnya. Selain itu, social distancing dapat dipraktekkan dengan menjaga jarak minimal dua meter dengan orang lain. Dengan jarak tersebut, maka dianjurkan tidak melakukan jabat tangan atau berpelukan saat bertemu satu sama lain.

Social distancing yang diatur langsung oleh pemerintah seperti penangguhan event besar dan menutup ruang publik. Beberapa pemerintah daerah telah mengambil kebijakan ini seperti Pemprov DKI Jakarta yang menutup tempat wisata selama dua minggu terhitung sejak, Sabtu 14 Maret 2020. Begitu juga dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora juga telah mengeluarkan nomor 440/1088/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Desease (Covid-19) di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora. Surat Edaran tersebut berdasar Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah nomor 440/00059-42 tanggal 14 Maret 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) di Jawa Tengah dan arahan dari Bupati Blora.

Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengambil langkah-langkah :

  1. Pelaksanaan UAS/PAS SD dan Pra US SMP se-kabupaten Blora di TUNDA untuk waktu yang belum ditentukan sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut;
  2. Peserta didik agar melaksanakan Kegiatan Belajar di rumah selama 14 (empat belas) hari ke depan mulai tanggal 16 Maret 2020, dengan pembelajaran Online (portal rumah belajar) dapat diakses di belajar.kemendikbud.go.id
  3. Bapak/Ibu guru memberikan tugas bagi peserta didik, melaksanakan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar dan untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah;
  4. Bagi orang tua/ wali murid supaya ikut berpartisipasi dalam pengawasan, pendampingan bagi putra-putrinya selama kegiatan belajar di rumah. 

Surat Edasran ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Hendi Purnomo.

Mengapa libur 14 Hari ?

Radar Tegal menuliskan headline dengan judul : Ini Alasan Kenapa Sekolah Harus Diliburkan 14 Hari, dengan isi : Sejumlah daerah di Tanah Air, Senin (16/3) hari ini, mulai meliburkan sekolah di wilayahnya masing-masing untuk mengurangi penyebaran virus corona atau covid-19. Para siswa disarankan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumahnya masing-masing menggunakan teknologi informasi dan media sosial (medsos). Ironisnya, kendati anak-anaknya diliburkan 14 hari, ternyata masih banyak orang tua yang belum memahami kebijkan tersebut. Hanya saja, hal itu bisa dimengerti, lantaran kebijakan itu tidak disertai penjelasan yang memadai.

Padahal selama 14 hari itu sangat penting dan harus disertai tindakan kepatuhan. Ya, 14 hari itu diharapkan mampu menghentikan mata rantai dan laju penularan covid-19. Nah, apa 14 hari itu mampu menyelamatkan ribuan orang. Mengapa? Dijelaskan dari berbagai sumber, ketika seseorang kontak dengan apapun yang bisa menginfeksinya dengan covid-19, maka harus ditunggu 14 hari minimal. Jika tidak terjadi apa-apa, orang itu aman.
Hanya saja, kebijakan libur 14 hari untuk memotong rantai penularan ini, baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di dalam rumahnya masing-masing selama 14 hari itu. Kenapa? Misalnya, seorang anak mulai libur, Senin (16/3) hari ini. Setelah libur 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke-15, Senin (29/3) mendatang. Ternyata si anak dan keluarganya menggunakan waktu libur itu untuk jalan-jalan, mengunjungi kumpulan orang, atau ke tempat saudara, mal, dan lain-lain.

Seandainya dia jalan-jalan di hari ke-10 dan terlular covid-19 di tempat yang dikunjunginya, mungkin pada hari ke-14 atau 15 belum ada tanda-tanda dia sakit, tetapi dia sudah membawa covid-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkannya, ketika dia masuk sekolah pada hari ke-15 dan seterusnya.
14 hari libur sekolah pun tidak ada gunanya, karena penularan bisa saja terjadi di sekolah. sejak saat itu efek domino akan berlangsung, rantai penularan juga tidak terputus. Untuk itu, semua orang harus bekerjasama, membantu, dan kompak untuk tidak ke mana-mana dalam 14 hari itu. Kecuali untuk hal yang sangat perlu.

Waktu 14 hari itu, sangat berguna untuk saling memantau jika ditemui orang yang menunjukkan gejala-gejala menderita serangan covid-19. Supaya dia bisa segera ditangani dan menghentikan penularan hanya pada dia, karena dia tidak kontak dengan orang lain dalam 14 hari. Jadi, mari kita mengisolasi diri untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin pula dalam skala besar untuk umat kepentingan yang lebih banyak. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Saatnya stop penularan covid-19, dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat.